Headlines News :
Selamat Datang di MTs Maftahul Falah Sinanggul Mlonggo Jepara Jawa Tengah "Beramal Ilmiah, Berilmu Amaliah"
Home » » 10 kebiasaan wanita dan pria yang dapat merusak otak

10 kebiasaan wanita dan pria yang dapat merusak otak

Written By MTs Maftahul Falah on Sunday, 19 February 2012 | 12:05

Sebagai wanita karir ataupun ibu rumah tangga yang disibukan dengan berbagai kegiatan, terkadang menyepelekan hal - hal biasa yang sebenarnya dapat merusak atau mengurangi fungsi otak atau salah satu organ terpenting dalam tubuh kita apabila di lakukan secara terus menerus. Biasanya hal ini sering terjadi bukan hanya pada wanita tetapi juga pada pria baik tua maupun muda, anak - anak hingga dewasa. Salah satu organ terpenting dalam tubuh kita adalah otak, berikut merupakan 10 kebiasaan buruk yang sering di sepelekan dan dapat merusak otak.

10 kebiasaan yang dapat merusak otak :
  1. Tidak sarapan pagi, sehingga kadar gula menjadi rendah
  2. Merokok, kandungan Co dalam rokok dapat menyusutkan otak secara cepat
  3. Mengkonsumsi gula berlebihan, sehingga mengganggu keseimbangan gizi terhadap otak
  4. Terlalu banyak makan
  5. Tidak memekai masker saat berkendara akibatnya kadar polutan yang terhirup menjadi lebih besar
  6. kurang tidur
  7. Tidur dengan menutup kepala
  8. Kurangnya stimulasi pada otak, menyebabkan kurangnya daya ingat dan berfikir menjadi lambat
  9. Memaksakan berfikir terlalu keras ketika sedang sakit
  10. Kurangnya komunikasi menjadikan kemampuan intelektual pada otak kurang terlatih
Hidup sehat dambaan semua manusia, dan otak sebagai organ vital sudah sepatutnya kita jaga agar senantiasa berfungsi dengan baik. Hindari 10 kebiasaan buruk di atas.

Diposkan Oleh : Nur Salim
Sumber : Seputar Dunia Wanita
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. MTs Maftahul Falah Jepara - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Muhammad Evans Nur Salim